Volume Besar Panas Bumi Ditawarkan Ke Investor

Sejauh ini, Kementerian Keuangan telah membayar Rp8,4 triliun untuk kontribusi peserta Perawatan Kesehatan dan Jaminan Sosial. Sementara itu, realisasi subsidi dalam APBN 2019 hingga akhir Februari 2019 mencapai Rp10,72 triliun, atau 4,78 persen dari pagu Rp224,32 triliun dalam APBN 2020. Realisasi subsidi hingga Februari 2019 lebih rendah dari itu. tahun lalu ketika mencapai 5,73 persen dari plafon. Beberapa investor Cina telah menyatakan minatnya dalam mengelola sumber panas bumi di kota Tomohon, provinsi Sulawesi Utara, kata seorang pejabat.

Sejumlah investor tertarik untuk mengelola sumber panas bumi di kota Tomohon, Kepala Investasi Provinsi Sulawesi Utara dan Layanan Terpadu Satu Pintu Henry Kaitjily mengatakan di Manado, Selasa. Sumber panas bumi berpotensi menghasilkan 1.400 megawatt tenaga listrik. Namun, hanya 200 megawatt listrik telah diproduksi, katanya. Volume besar energi panas bumi sedang ditawarkan kep investor, katanya.

Pemerintah provinsi Sulawesi Utara juga menawarkan kepada investor peluang untuk berinvestasi dalam pengembangan infrastruktur energi, katanya. Kami menawarkan semua peluang yang dapat dikelola investor. Kami berharap semua pihak yang relevan membantu masuknya investasi. Kami akan mengatur sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk mengelola energi, katanya. Dia mengatakan pihaknya akan meminta konfirmasi dari investor yang akan mengelola sumber panas bumi.

Intinya, kita tidak menunggu mereka. Tetapi kami akan berbicara dengan mereka untuk merealisasikan rencana investasi mereka segera. Pemerintah daerah akan menyiapkan instrumen untuk memudahkan masuknya investasi, katanya. Pemerintah Provinsi Bengkulu mengembangkan sayap ekspor untuk produk komoditas pertanian seperti kayu olahan dan cangkang kelapa sawit ke Cina dan Thailand.

Analisis terkait: Diplomasi Perdagangan Pantai Kuta Dana Kursus.

Produk kami akan dikirim ke Cina dan Thailand, dan semoga di masa mendatang, akan muncul lebih banyak produk unggulan yang siap diekspor, kata Staf Ahli Gubernur Bengkulu, Ricky Gunarwan, di Bengkulu. Ketika melepaskan komoditas ekspor dalam bentuk kayu olahan dari kulit karet dan inti sawit di Pelabuhan Pulau Baai, Gunarwan mengatakan bahwa keterbukaan konektivitas melalui Pelabuhan Pulau Baai dan Bandara Fatmawati (internasional) akan menyebabkan peningkatan pendapatan lokal dari komoditas unggulan sisi ekspor.

Komoditas ekspor termasuk 823.7407 meter kubik kayu olahan senilai 286.566,96 dolar AS, setara dengan Rp4,01 miliar untuk Cina, dan 8.500 MTS cangkang kelapa sawit senilai 386.750 dolar AS, setara dengan Rp4,4 miliar untuk Thailand. Kayu olahan yang siap untuk ekspor terdiri dari lima jenis komoditas, yaitu Kayu Karet Jari Jointed, Karet Kayu Molding (S4S), Karet Laminating Gabungan Kayu Jari, Papan Laminating Kayu Karet, dan Albizia Falcatarina Laminating Gabungan Kayu Finger, yang dimuat dalam 25 kontainer dan akan dikirim melalui pelabuhan Pulau Baai Bengkulu.

Kepala Pusat Kepatuhan, Kerjasama dan Informasi tentang Karantina Badan Karantina Pertanian, Sujarwanto, mengatakan bahwa Bengkulu secara historis terdaftar sebagai daerah yang kaya akan rempah-rempah berkualitas, karena orang Eropa datang ke Bengkulu. Kekayaan Bengkulu sebagai pusat rempah-rempah seperti lada, pala dan jahe harus dijaga. Milenium harus menjadi petani muda dan pengekspor masa depan, katanya.

Dia menambahkan bahwa potensi hortikultura di Bengkulu juga sangat berlimpah, dan negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura sangat membutuhkan sayuran segar. Indonesia sekali lagi ditunjuk sebagai tamu kehormatan Pameran Waralaba Dunia yang akan diadakan di Arab Saudi mulai 27-29 April tahun ini, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh mengumumkan dalam sebuah pernyataan tertulis yang dirilis pada hari Selasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *