Penjualan Otomotif Dalam Bentuk Suku Cadang Meningkat

Industri pengolahan telah tumbuh positif dengan dukungan makanan dan minuman, tekstil dan garmen, pengolahan tembakau, industri kertas dan produk kertas, kata Suhariyanto di sini, Senin. Namun, pertumbuhan industri di 3,86 persen kurang dari pertumbuhan selama periode yang sama tahun lalu, yang tercatat 4,6 persen. Pertumbuhan industri makanan dan minuman, tekstil dan garmen, serta produk kertas dan kertas didukung oleh peningkatan produksi minyak sawit mentah (CPO), dan permintaan yang tinggi menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, dan pemilihan umum .

Penjualan Otomotif Dalam Bentuk Suku Cadang Meningkat. Pertumbuhan industri pengolahan tembakau didukung oleh meningkatnya permintaan lokal dan internasional, kata Suhariyanto. Industri pengolahan telah memberikan kontribusi terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) pada kuartal pertama 2019 sebesar 20,07 persen, diikuti oleh sektor perdagangan sebesar 13,20 persen, dan pertanian sebesar 12,65 persen.

Sektor perdagangan tumbuh 5,26 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan tahun sebelumnya sebesar 4,99 persen, dengan kontribusi penjualan otomotif dan suku cadang, logistik untuk kampanye, dan penjualan barang-barang domestik. Sektor pertanian tumbuh 1,81 persen, lebih rendah dari pertumbuhan pada kuartal pertama 2018 sebesar 3,34 persen, dengan kontribusi peningkatan produksi komoditas seperti minyak kelapa sawit, teh dan kopi.

Lihat selengkapnya di daftar merek hki

Di sektor bisnis, layanan perusahaan menunjukkan pertumbuhan tertinggi di 10,36 persen, diikuti oleh layanan lain di 9,99 persen, dan informasi dan komunikasi di 9,03 persen. Bank Indonesia (BI) telah menyatakan bahwa kinerja ekonomi Indonesia pada kuartal pertama tahun 2019 tetap positif, meskipun pertumbuhan ekonomi global masih jauh dari harapan.

“Pertumbuhan yang lambat tidak dapat dipisahkan dari dampak pola musiman awal tahun ini, serta pertumbuhan ekonomi global yang lebih rendah dari perkiraan,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko dalam sebuah pernyataan tertulis yang dirilis pada hari Senin.

Baca juga kampung inggris.

BI percaya pertumbuhan ekonomi negara itu pada kuartal pertama 2019, yang berada pada 5,07 persen tahun-ke-tahun (yoy), baik, katanya.

Kinerja ekonomi menunjukkan bahwa momentum pertumbuhan ekonomi nasional dapat dipertahankan secara konsisten meskipun melambat dibandingkan dengan kuartal keempat tahun 2018 ketika tercatat 5,18 persen (yoy)

Pertumbuhan ekonomi 5,18 persen pada kuartal keempat 2018 terutama didorong oleh permintaan domestik. Permintaan domestik tetap tinggi karena konsumsi oleh lembaga nirlaba yang melayani rumah tangga (LNPRT) dan konsumsi rumah tangga.

Konsumsi LNPRT pada kuartal pertama 2019 naik menjadi 16,93 persen (yoy) dari 10,79 persen (yoy) pada kuartal sebelumnya, didorong oleh konsumsi terkait dengan pemilihan umum 2019.

Lihat selengkapnya di merek dagang terdaftar

Pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada triwulan pertama tahun 2019, yang mencapai 5,01 persen (yoy), juga tetap stabil meskipun melambat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya ketika 5,08 persen.

Kinerja konsumsi rumah tangga yang baik didukung oleh inflasi yang terkendali, pendapatan masyarakat yang meningkat dan kepercayaan konsumen. Permintaan domestik juga didorong oleh pertumbuhan investasi yang tinggi di sektor pembangunan.

Kinerja ekspor bersih positif karena kekurangan impor negara itu di tengah-tengah penurunan ekspor, sejalan dengan perlambatan ekonomi global dan harga komoditas global yang rendah.

Ke depan, BI akan terus menjaga stabilitas makroekonomi dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi. Kebijakan gabungan bank sentral, pemerintah, dan otoritas terkait akan diperkuat untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *