Jasa SEO Harga Bersahabat Dari Kawan Terdekat

Posisi mata uang negara berkembang termasuk rupiah masih dipengaruhi oleh ketidakpastian perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina. Kondisi itu mendorong para pelaku pasar untuk menempatkan dana mereka dalam aset yang lebih likuid, dalam hal ini dolar AS, kata Lukman. Dia mengatakan mata uang negara berkembang menjadi kurang menarik karena para investor masih mempertimbangkan kemungkinan perdagangan barang untuk keluar lagi.

Data ekonomi AS, yang menunjukkan perlambatan dan sinyal dovish dari The Fed tentang suku bunga, akan memberikan tekanan pada dolar AS karena mata uang telah dilihat sebagai aset likuid, katanya. Selain itu sentimen negatif dari defisit transaksi berjalan di negara itu masih memberikan tekanan pada rupiah, katanya.

Jasa SEO Harga Bersahabat Dari Kawan Terdekat. Klik jasa seo. Ekonom Samuel Sekuritas, Ahmad Mikail, mengatakan dolar AS menguat atas mata uang mayoritas dunia karena ketidakpastian yang membayangi hubungan ekonomi antara Uni Eropa dan Inggris setelah Brexit. Dolar AS mendapatkan kembali posisinya sebagai tempat berlindung yang aman di tengah ketidakpastian, Mikail menambahkan.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada hari Selasa menunjukkan bahwa rupiah melemah menjadi 14.613 per dolar dari tingkat sebelumnya 14.517 per dolar. Pusat Penelitian Oseanografi (P2O) dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di sini pada hari Senin mempresentasikan laporan tentang dua dekade pelaksanaan Program Pengelolaan dan Rehabilitasi Terumbu Karang (COREMAP) di Indonesia.

Sejak 1998, P2O LIPI telah terlibat dalam kegiatan nasional COREMAP, menurut Dirhamsyah, ketua P2O. Di bawah COREMAP, berbagai data dan informasi ilmiah berkaitan dengan upaya pengelolaan dan pemulihan ekosistem pesisir, termasuk terumbu karang, hutan bakau, dan lamun, untuk mendukung kebijakan nasional tentang rehabilitasi dan pengelolaan kawasan pesisir, katanya.

Kebijakan tingkat nasional sangat penting, karena beberapa orang di Indonesia, yang merupakan negara maritim, mengandalkan daerah pesisir sebagai sumber daya dan pusat pertumbuhan ekonomi. Program ini telah menghasilkan indeks kesehatan ekosistem lapangan lamun dan karang, pemantauan kesehatan ekosistem lamun dan lapangan lamun, pembuatan database ekosistem pesisir nasional, pelatihan dan sertifikat, penelitian prioritas berdasarkan permintaan, dan implementasi ekspedisi di pulau-pulau terluar. Visit jasa seo murah bergaransi halaman 1 Google.

Ekspedisi Nusa Manggala saat ini sedang diselenggarakan hingga 23 Desember 2018, untuk mengidentifikasi potensi sumber daya alam pesisir di pulau-pulau terluar di Papua, Papua Barat, dan Maluku Utara. Kepulauan yang terletak di Samudra Pasifik termasuk Yiew, Budd, Fani, Miossu, Fanildo, Bras, Bepondi, dan Liki.

Ekspedisi ini mencakup empat tema: ekologi, ambang batas lingkungan, geomorfologi, dan sosial ekonomi. Paparan 20 Tahun COREMAP juga disorot dengan talkshow tentang eksplorasi perairan Indonesia dan pameran kegiatan COREMAP selama 2018.

Pemantauan dan pengukuran COREMAP menunjukkan bahwa terumbu karang Indonesia menjangkau area seluas 25 ribu kilometer persegi, atau sekitar 10 persen dari total terumbu karang di dunia, seluas 284,3 ribu kilometer persegi. Click here.

Sebagai pusat segitiga karang dunia, Indonesia memiliki keanekaragaman spesies karang tertinggi, terdiri dari 569 spesies dari 82 genera dan 15 famili, atau sekitar 70 persen dari spesies karang dunia. Lima dari spesies itu adalah endemik, catat Dirhamsyah.

Data, informasi, dan pengetahuan yang diperoleh dari penelitian COREMAP disimpan di Pusat Data Ekosistem Pesisir.

Perdagangan pada hari Jumat mencatat 365.234 transaksi dengan 10,002 miliar saham senilai Rp9,62 triliun berpindah tangan. Gainers kalah jumlah dengan decliners dengan 156 menjadi 221 saham dan 151 saham tidak berubah. Pasar regional seperti Nikkei, Hang Seng dan Strait Times mencatat penurunan indeks.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua dan Papua Barat mencatat bahwa pada September 2018, aset bank umum di Papua naik 18,64 persen tahun-ke-tahun (yoy) menjadi Rp65,32 triliun.

Kepala OJK untuk Papua dan Papua Barat Adolf FT. Simanjuntak mengatakan bahwa dana pihak ketiga yang dipegang oleh bank-bank di Papua mencapai Rp41,42 triliun, atau naik 1,23 persen yoy.

Demikian pula, rasio pinjaman terhadap deposito (LDR) bank umum di Papua tercatat 63,7 persen, naik 6,15 persen, Simanjuntak mencatat di sini pada hari Jumat

Hingga September 2018, jumlah kredit bank-bank di Papua mencapai Rp26,38 triliun, atau naik 7,46 persen dari tahun sebelumnya.

Simanjuntak juga mencatat bahwa meskipun ada peningkatan dalam pemberian kredit, rasio kredit macet mencapai 38,85 persen, lebih rendah menjadi 3,28 persen.

Angka-angka menunjukkan bahwa bank-bank di Papua dapat mengelola kredit macet mereka, dan peningkatan penyaluran kredit diharapkan berkontribusi untuk meningkatkan perekonomian provinsi, katanya.

Sementara itu, kredit Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di kawasan terbelakang negara itu tumbuh 8,36 persen pada September 2018. Sayangnya, NPL BPR di provinsi itu melonjak 205,58 persen menjadi 15,74 persen.

Aset BPR di Papua meningkat menjadi Rp1,3 triliun, atau 12,75 persen lebih tinggi. Dana pihak ketiga yang dipegang oleh BPR di Papua mencapai Rp0,47 triliun, atau naik 14,19 persen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *