Indeks Untuk Sektor Non-manufaktur Turun Secara Drastis

Rupiah menguat di pasar antar bank Jakarta pada Kamis pagi karena data pertumbuhan ekonomi AS melambat. Pada pukul 9:48 waktu setempat pada hari Kamis, mata uang Indonesia diperdagangkan pada Rp14.183 per dolar AS, 40 poin lebih tinggi, atau 0,28 persen, dari posisi sebelumnya di Rp14.223 per dolar. Indeks komposit manajer pembelian AS (PMI) menurun pada bulan Maret 2019 untuk sektor jasa dan manufaktur, kata ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih.

Beberapa data AS telah mulai mengisyaratkan perlambatan, sehingga menunjukkan fakta bahwa ekonomi AS melewati tingkat puncak pertumbuhan ekonomi, katanya. IHS Markit US Composite PMI membukukan 54,6 pada Maret 2019, menandakan sedikit ekspansi di atas ekspektasi konsensus 54,3, turun dari 55,5 pada Februari. Perlambatan terjadi di sektor jasa, mencatat 55,4 pada Maret, turun dari 56 pada Februari dan sektor manufaktur, dengan indeks menurun menjadi 52,4 pada Maret dibandingkan 53 pada Februari. Indeks untuk sektor manufaktur mencapai level terendah sejak Juni 2017.

Survei lain oleh ISM menunjukkan bahwa indeks untuk sektor non-manufaktur turun secara drastis ke 56,1 di bulan Maret dibandingkan dengan 59,7 di bulan Februari. Indeks kepercayaan bisnis meningkat meskipun kedua sektor mengalami perlambatan.

Artikel terkait: jasa hki produk komersial.

Soelistianingsih memperkirakan mata uang Indonesia akan menguat di kisaran Rp14.200 hingga Rp14.220 per dolar pada hari Kamis. Untuk memfasilitasi implementasi Perjanjian Perdagangan Bebas dan meningkatkan kerja sama perdagangan antara kedua negara, Indonesia dan Korea Selatan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang Sertifikat Elektronik Pertukaran Data Asal.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri di Kementerian Perdagangan Oke Nurwan, Direktur Jenderal Bea dan Cukai di Kementerian Keuangan Heru Pambudi dan Kepala Lembaga Satu Jendela Nasional (LNSW) Djatmiko menandatangani Nota Kesepahaman atas nama pemerintah Indonesia dengan Layanan Kepabeanan Korea ( KCS) Komisaris Kim Yung Moon.

Nurwan mengatakan bahwa melalui MoU, kedua negara sepakat untuk bertukar data untuk meningkatkan layanan perdagangan, mengimplementasikan fasilitas perdagangan dan mencapai biaya yang efisien dalam hal transaksi perdagangan. MoU juga dimaksudkan untuk meningkatkan hubungan perdagangan dan ekonomi antara Indonesia dan Korea Selatan dan menghentikan penyalahgunaan sertifikat asal untuk produk-produk Indonesia, katanya.

Untuk meningkatkan perdagangan internasional, pemerintah Indonesia telah merevisi peraturannya dan menyesuaikan kebijakannya untuk mengakomodasi pertukaran data elektronik. Ini dilakukan dengan menyederhanakan prosedur dan dokumen dengan pihak-pihak yang terlibat, katanya.

Artikel terkait: Keamanan pemilik rental mobil.

Meningkatnya persaingan dari pasar global dan domestik telah memaksa Indonesia untuk mengadopsi praktik dan standar perdagangan yang lebih inovatif, katanya. Penandatanganan MoU ini relevan dengan perintah Presiden Joko Widodo untuk mengimplementasikan program layanan digital dalam upaya meningkatkan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Korea Selatan, katanya.

Nantinya, perbaikan akan dilakukan pada metode pertukaran informasi perdagangan, sistem telekomunikasi terbuka dan pengembangan prosedur, standar dan praktik sesuai dengan dokumentasi perdagangan, katanya.

Sementara itu, Pambudi mengatakan MoU akan membuka jalan bagi kedua negara untuk menjalin kerja sama di banyak bidang lain juga. Bahkan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan Layanan Bea Cukai Korea telah menyetujui program pertukaran bagi karyawan untuk menghadiri program pelatihan dan mendapatkan pengalaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *